Pondok pesantren putri Darul Marhamah Bogor melaksanakan apel awal semester dua pada Senin pagi (17/1) kemarin. Dua pekan sebelumnya, seluruh santri sudah kembali ke pesantren melalui protokol kesehatan yang sangat ketat disusul pemberlakuan isolasi mandiri selama beberapa hari pasca liburan tengah semester satu.

Dalam apel yang diikuti seluruh santri dan guru di halaman sekolah tersebut, turut hadir dan memberikan tausiyah mudir ‘am (direktur utama) pondok pesantren putri Darul Marhamah, Ustadz Abdurrahman Wahyudi, M.Si. Di awal tausiyahnya, ustadz Abdurrahman mengungkapkan rasa syukur karena tidak ada lagi kasus penularan virus Covid 19 di lingkungan Darul Marhamah.

Alhamdulillah pada semester dua ini, kita bersama-sama berkumpul di sini secara lengkap, kecuali mereka yang masih karantina yang baru datang kemarin, intinya adalah semua santri sudah siap melakukan proses pendidikan secara ofline.”

Alhamdulillah juga tidak ada laporan sampai detik ini baik dari tenaga pendidik, tenaga office boy (OB), tenaga karyawan, dan santri ataupun wali santri, tidak ada satu pun yang dilaporkan ke kami terpapar virus atau Covid 19, mudah-mudahan semuanya bisa melaksanakan proses pendidikan ini dan tidak ada satu pun yang terpapar,” ungkapnya di hadapan seluruh guru dan santri.

Selanjutnya ustadz Abdurrahman juga menjelaskan pentingnya seluruh santri memahami visi dan misi pesantren. “Darul Marhamah ini didirikan di atas impian yang besar, artinya santrinya itu mau dibawa kemana, itu sudah jelas. Oleh karena itu ditetapkan visi dan misinya, permasalahannya apakah semua santri sudah hafal dan memahami visi dan misi Darul Marhamah ini.”

Menurutnya, ada lima poin pokok yang terkandung dalam visi dan misi Darul Marhamah yang harus dipahami dan disadari oleh semua santri. Kelima poin tersebut adalah pribadi yang solihah, berwawasan global, cerdas, kreatif, dan mandiri. Oleh sebab itu, semua program pendidikan dan kurikulum Darul Marhamah mengarah kepada lima poin tersebut.

“Dari visi dan misi inilah kemudian diwujudkan dalam bentuk jaminan mutu sekolah, dari jaminan mutu kemudian menjadi kurikulum pendidikan, selanjutnya direalisasikan dalam bentuk berbagai macam program dan kegiatan-kegiatan, baik di sekolah atau di kepesantrenan untuk tercapainya visi dan misi itu,” ungkapnya dilanjutkan dengan menjelaskan masing-masing lima poin tersebut satu persatu. (zi)