Mengawali kegiatan pendidikan dan pembelajaran semester dua tahun pelajaran 2021-2022 pasca libur tengah semester, pondok pesantren putri Darul Marhamah Cileungsi Bogor menggelar workshop ‘jaminan mutu’ bagi 37 guru dan pengasuh santriwati sejak Selasa hingga Rabu (4/1-5/1).

Pembina yayasan Darul Marhamah, Azalia Afif membuka secara langsung acara tersebut di aula Darul Marhamah. Dalam sambutannya, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan workshop tersebut agar semua guru terus belajar dan mengembangkan diri dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Darul Marhamah.

 

 

“Ini awal yang positif, saya minta semua guru dapat mengikuti kegiatan workshop ini dengan sebaik-baiknya, saya juga berharap setiap guru selalu optimis dan tidak berhenti belajar supaya kita semua dapat memberikan pendidikan yang terbaik di Darul Marhamah,” ungkapnya di hadapan guru-guru.

Adapun materi workshop disampaikan oleh anggota dewan Majlis Pendidikan dan Pengajaran (MPP) Al Irsyad Al Islami yang meliputi ‘bagaimana menjadi guru pesantren’ oleh ustadz Ibnu Rochi Syakiran. Dalam presentasinya, pihaknya menjelaskan tentang beberapa perbedaan mendasar dalam menjadi guru di sekolah yang berbasis pesantren dengan sekolah yang bukan pesantren.

“Yang paling mendasar perbedaannya adalah pada beberapa pilar pendidikannya. Misalnya pada peran orang tua di rumah yang digantikan oleh guru atau pembina asrama di asrama pesantren. Dalam hal ini peran guru sangat penting untuk mengisi salah satu pilar pendidikan tersebut, yaitu asrama” jelasnya.

Selanjutnya, pada materi ‘bagaimana merealisasikan jaminan mutu pendidikan’ ustad Totok Yulianto menekankan pentingnya semua guru memahami lebih dalam jaminan mutu sekolah dan membuat langkah-langkah kerja yang terstruktur dan sistematis untuk merealisasikan jaminan mutu sekolah dengan baik.

Di tengah-tengah penyampaian materinya yang interaktif, ustadz Totok meminta semua guru menulis harapan idealnya tentang Darul Marhamah. “Saya minta semuanya menuliskan keinginan-keinginan masyarakat, yayasan, dan guru terhadap Darul Marhamah ini, kira-kira menjadi lembaga pendidikan yang seperti apa, silahkan ditulis di kertasnya masing-masing,” pintanya. “Kalau sudah ditulis, kira-kira itu yang akan kita lakukan dan terus penuhi ke depan,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Utama Darul Marhamah Ustadz Abdurrahman Wahyudi menegaskan agar semua ilmu dan pengetahuan yang diperoleh maupun perencanaan-perencanaan selama mengikuti workshop dapat direalisasikan langsung dengan maksimal dalam bentuk program-program pendidikan ke depan yang lebih baik.

“Akan tidak ada gunanya hasil workshop ini jika tidak menjadi action nyata dalam kegiatan pendidikan dan pembelajaran di Darul Marhamah ini. Oleh karena itu saya minta semuanya, baik guru, kepala sekolah, dan lain-lain dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing dengan baik,” tegasnya saat memberi sambutan dalam penutupan acara.(zi)