Sesuai dengan visi misinya, pesantren putri Darul Marhamah Bogor konsisten menjadi lembaga pendidikan khusus perempuan yang berhasil mencetak muslimah-muslimah yang tidak saja solihah secara spiritual, tetapi juga berwawasan global, memiliki kepribadian yang cerdas, kreatif, dan mandiri.

Karenanya, pola pendidikannya tidak hanya mengacu pada muatan nilai-nilai kurikulum pendidikan nasional. Secara khusus dan khas, pesantren putri yang resmi beroperasi sejak tahun 1994 ini memiliki kurikulum pendidikan tersendiri yang disebut dengan kurikulum keputrian.

Salah satu komponen dari kurikulum keputrian tersebut adalah keterampilan tata boga. Keterampilan mengolah makanan tersebut wajib diikuti dan dimiliki kompetensinya oleh seluruh siswi, baik dari tingkat pendidikan sekolah menengah pertama atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga tingkat sekolah menengah atas atau Madrasah Aliyah (MA).

Bagi siswi-siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) diajarkan keterampilan-keterampilan dasar dalam tata boga, seperti mengenal peralatan memasak berikut kegunaannya serta mengenal macam-macam bumbu makanan dan bahan-bahan makanan lainnya dilanjutkan dengan praktik mengolah makanan-makanan dengan resep sederhana.

Sedang di tingkat Madrasah Aliyah (MA), para siswi didorong agar memiliki standar kemampuan memasak tertentu melalui uji kompetensi. Dengan itu, nantinya dilakukan sertifikasi oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang meliputi kemampuan mengolah masakan-masakan lokal khas Indonesia, makanan oriental dan continental serta keterampilan mendekorasi kue atau makanan.

Menurut wakil mudir (wadir) bidang pendidikan, ustazah Zamah, keterampilan mengolah makanan seperti ini sangat penting sebagai bekal bagi anak-anak yang kelak akan menjadi wanita-wanita muslimah yang kreatif dan mandiri di tengah-tengah masyarakat. Hal itu menurutnya juga sangat relevan dengan visi dan misi Darul Marhamah.

“Sesungguhnya pendidikan di sekolah hanya merupakan stimulus sehingga keterampilan tata boga pun menjadi stimulus atau inspirasi bagi seorang anak untuk menemukan bakatnya. Yang tidak kalah penting dan mendasar adalah seorang muslimah harus mengerti tentang tata boga ini,” ungkapnya.

Ustazah Zam’ah juga menjelaskan, selain keterampilan tata boga, siswi-siswi di Darul Marhamah juga dibekali beberapa keterampilan lain yang menjadi bagian dari kurikulm keputrian, “Darul Marhamah memiliki kurikulum khas keputrian yang meliputi tata busana, tata boga, dan desain grafis.”(zi)