Pesantren putri Darul Marhamah Cileungsi melalui lembaga bidang kepesantrenan menggelar kegiatan Quran Camp One Week di Khadijah Centre for Quran Sukabumi sejak Senin (11/7) lalu.

Rencananya, 18 orang santri program tahfidz takhossus yang ikut dalam kegiatan tersebut akan mengikuti serangkain kegiatan khusus menghafal Al-Quran selama satu pekan ke depan.

Kepala bidang kepesantrenan Darul Marhamah, ustadz Abdurrahman Wahyudi mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun sekali selama tujuh hari bagi santri-santri yang mengikuti program tahfidz takhossus.

“Di Darul Marhamah ini ada dua program tahfidz, yang pertama program tahfdiz reguler dan yang kedua program tahfidz takhossus. yang reguler kita canangkan 30 juz mentasmi’ hafalannya kepada gurunya (ziyadah), yang takhossus juga 30 juz mentasmi’ hafalannya kepada gurunya (ziyadah),” jelasnya.

Adapun yang membedakan antara program tahfidz reguler dan program tahfidz takhossus menurutnya adalah target minimal muthqin hafalannya, “kalau takhossus itu santri minimal harus muthqin 15 juz sedangkan reguler itu santri minimal harus muthqin 5 juz,” tambahnya.

Oleh sebab itu, santri yang memilih jalur program tahfidz takhossus harus memiliki keunggulan tersendiri dalam menghafal Al-Quran, hal itu didorong salah satunya adalah dengan beberapa program yang berkaitan dengan menghafal Al-Quran, seperti Quran Camp ini.

“Jamaah santri takhossus sebagai santri militan atau santri elit di Darul Marhamah dalam konteks hubungannya dengan menghafal Al-Quran, maka mereka mesti menunjukkan keunggulan-keunggulannya dalam menghafal Al-Quran dengan target-target yang sudah kita tentukan, jauh melebihi target santri program tahfidz reguler,” ungkapnya lebih lanjut.

Lebih lanjut pihaknya juga berharap agar nantinya setelah mengikuti kegiatan Quran Camp tersebut, para santri kembali dengan semangat baru dalam menghafal, menjiwai, dan mentadabburi Al-Quran.

“Kita harapkan mereka kembali selama satu minggu itu dengan semangat baru. Jadi tujuannya itu adalah untuk memupuk semangat menghafal Al-Quran, menjiwai, mentadabburi Al-Quran, karena mereka sudah tidak dibebani beban akademik, jadi hanya menghafal Al-Quran selama 24 jam,” pungkasnya. (uji)